TIANG LAMPU JALAN RAYA

tiang lampu jalan solar modul

TIANG LAMPU PENERANGAN JALAN,

Konsep Dasar Lampu Penerangan Jalan
Lampu penerangan jalan adalah bagian dari bangunan pelengkap jalan yang dapat diletakkan atau dipasang di kiri atau kanan jalan dan atau di tengah ( di bagian median jalan ) yang digunakan untuk menerangi jalan maupun lingkungan di sekitar jalan yang diperlukan termasuk persimpangan jalan ( intersection ), jalan layang ( interchange, overpass, fly over ), jembatan dan jalan di bawah tanah ( underpass, terowongan )
. Lampu penerangan yang dimaksud adalah suatu unit lengkap yang terdiri dari sumber cahaya ( lampu / luminer ), elemen – elemen optic ( pemantul / reflector , pembias / refractor , penyebar / diffuser ). Elemen – elemen elektrik ( konektor ke sumber tenaga / power supply dan lain – lain ), struktur penopang yang terdiri dari lengan penopang, tiang penopang vertikal dan pondasi tiang lampu,  Standar Perencanaan Penerangan Jalan,  Dasar Perencanaan Penerangan Jalan,  Perencanaan penerangan jalan,  terkait dengan hal hal berikut ini :
Volume lalu lintas ,baik kendaraan maupun lingkungan yang bersinggungan seperti pejalan kaki pengayuh sepeda, dan lain lain Tipikal potongan melintang jalan, situasi ( lay out ) jalan dan persimpangan jalan;
Geometri jalan, seperti alinyemen horisontal, alinyemen vertikal, dan lain – lain ;
Tekstur perkerasan dan jenis perkerasan yang mempengaruhi pantulan cahaya lampu penerangan;
Pemilihan jenis dan kualitas sumber cahaya lampu, data fotometrik lampu dan lokasi sumber listrik; Tingkat kebutuhan, biaya operas biaya pemeliharaan, dan lain -lain, agar perencanaan sistem lampu penerangan efektif dan ekonomis. Rencana jangka panjang pengembangan jalan dan pengembangan daerah sekitarnya;

Data kecelakaan dan kerawanan di lokasi. Beberapa tempat yang memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan penerangan jalanantara lain sebagai berikut :
Lebar ruang milik jalan yang bervariasi dalam satu ruas jalan; Tempat-tempat dimana kondisi lengkung horisontal (
tikungan ) tajam; Tempat yang luas seperti persimpangan, interchange, tempat parkir, dan lain–lain, Jalan– jalan berpohon; Jalan–jalan dengan lebar median yang sempit, terutama untuk pemasangan lampu di bagian median;
Jembatan sempit/panjang, jalan layang dan jalan bawah tanah ( terowongan); Tempat–tempat lain dimana lingkungan jalan banyak berinterferensi dengan jalannya. penentuan kualitas lampu penerangan
jalan umum perlu mempertimbangkan 6 aspek yaitu :
a. Kuat rata -rata penerangan  Besarnya kuat penerangan didasarkan pada kecepatan maksimal yang
diijinkan terhadap kendaraan yang melaluinya.
b. Distribusi cahaya Berkaitan dengan kerataan cahaya pada jalan raya. Untuk itu ditentukan faktor kerataan cahaya yang merupakan perbandingan kuat penerangan pada bagian tengah lintasan kendaraan dengan  tepi jalan. Kerataan cahaya dapat diukur dengan rasio kemerataan pencahayaan ( uniformity ratio) yang merupakan rasio maksimum
antara kemerataan pencahayaan maksimum dan minimum menurutlokasi penempatan tertentu
c.Cahaya yang silau Cahaya yang menyilaukan mata dapat menyebabkan keletihan mata, perasaan tidak nyaman dan kemungkinan kecelakaan. Untukmengurangi silau digunakan akrilik atau gelas pada armature yang berfungsi sebagai filter cahaya.
d. Arah pancaran cahaya dan pembentukan bayangan Sumber penerangan untuk jalan raya dipasang menyudut 5°- 15°.
e.Warna dan perubahan warna,  Warna cahaya lampu pelepasan gas tekanan tinggi (khususnya lampu merkuri ) berpengaruh terhadap warna tertentu, misalnya: warna merah.
f. Lingkungan, Lingkungan yang berkabut maupun berdebu mempunyai faktor absorbsi terhadap cahaya yang dipancarkan oleh lampu. Cahaya kuning kehijauan mempunyai panjang gelombang paling sensitif terhadap mata sehingga tepat digunakan pada daerah berkabut. Lampu HPS tepat untuk penerangan jalan pada daerah berkabut.
Satuan Penerangan Sistem Internasional
Satuan penerangan sistem internasional yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Tingkat / Kuat Penerangan ( Iluminasi – Lux ) , didefinisikan sebagai sejumlah arus cahaya yang jatuh pada suatu permukaan seluas 1 (satu ) meter persegi sejauh 1 (satu ) meter dari sumber cahaya 1 (satu) lumen
b. Intensitas Cahaya, adalah arus cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya dalam satu kerucut ( cone ) cahaya, dinyatakan dengan satuan unit Candela

c. Luminasi,  adalah permukaan benda yang mengeluarkan / memantulkan intensitas cahaya yang tampak pada satuan luas permukaan benda tersebut, dinyatakan dalam Candela per meter persegi ( Cd/m2 )

d. Lumen adalah unit pengukuran dari besarnya cahaya ( arus cahaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>